PALEMBANG, GLOBALPLANET. - Kepala Dinas Pariwisata kota Palembang Isnaini Madani mengatakan, tradisi Cap Go Meh di Pulau Kemaro biasanya diikuti wisatawan dari luar Indonesia, seperti Singapura, Malaysia dan Thailand. Namun, pandemi Covid-19 memaksa kegiatan tersebut harus ditiadakan karena dikhawatirkan dapat terjadi penularan.
"Ini pertama kalinya kegiatan Cap Go Meh ditiadakan di Pulau Kemaro, karena kondisi sekarang masih Covid-19.Karena dikhawatirkan kegiatan itu dapat menimbulkan kerumunan banyak orang," kata Isnaini, Selasa (9/2/2021).
Isnaini menjelaskan, tradisi Cap Go Meh sebetulnya menjadi salah satu event pariwisata andalan di Palembang setiap tahun. Dimana pada kegiatan itu sering didatangi puluhan ribu turis dari negara Asia. Sebab, hampir seluruh warga keturunan Cina datang ke sana untuk berdoa di Kelenteng Hok Tjing yang berada di lantai 9 Pagoda Pulau Kemaro.
"Jelas ditiadakannya kegiatan Cap Go Meh menjadi kerugian besar di sektor pariwisata Palembang. Tapi kita juga harus mendukung upaya pemerintah mencegah penularan Covid-19," ujarnya.
Kendati ada dampak negatif, ia mengatakan pembatalan acara perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro berdampak pada usaha pariwisata. Namun bisa juga memiliki dampak positif bagi industri perhotelan dan restoran. "Dampak positif Cap Go Meh di Pulau Kemaro sangat banyak, hotel-hotel maupun restoran bisa banjir pesanan, dan yang paling penting branding Palembang juga ikut naik," kata dia.
Meski acara Cap Go Meh dibatalkan, Pemerintah Kota Palembang masih mengizinkan pelancong mengunjungi Pulau Kemaro dengan syarat menjalankan protokol kesehatan. Sementara itu, Wakil ketua Majelis Rohaniawan Tridharma Sumatera Selatan Tjik Harun mengungkapkan, kegiatan Cap Go Meh memang dapat mengundang puluhan ribu orang. Mereka pun mendukung tradisi itu untuk dibatalkan karena pandemi Covid-19. "Sesuai kondisi kita sekarang, tidak mungkin ada Cap Go Meh. Tahun ini rehat dulu untuk kegiatan Cap Gomeh," ujar Tjik Harun.
Sejak Pulau Kemaro dibuka untuk kegiatan Cap Go Meh pada 2005 lalu, baru kali ini perayaan tersebut ditiadakan. Ia pun berharap pandemi Covid-19 cepat selesai dan situasi kembali normal. "Kita juga maklum dengan kondisi ini. Harapannya tahun depan sudah normal kembali dan biasa merayakan Cap Go Meh bersama di Pulau Kemaro," tambahnya.











