PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pasalnya, ketenangan air sungai ditambah kejernihan hingga bisa melihat kedalaman sungai, membuat siapapun tidak bisa menahan godaan untuk terjun dan berenang di Sungai Paye Purun.
Ras penat usai perjalanan dan kerjaan selama satu pekan terasa hilang saat menikmati segarnya Sungai Paye Purun.
Berada di tengah kebun karet milik warga, membuat area Paye Purun sangat sejuk, banyaknya pepohonan rindang yang menjadi peneduh dari cahaya matahari.
Menuju ke lokasi Paye Purun pun tidak begitu sulit. Jika melakukan perjalanan dengan menggunakan roda dua maupun roda empat, dari kota Pendopo, kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, hanya memakan waktu lebih kurang satu jam.
Kemudian, setelah sampai ke desa Purun, pengunjung mesti berjalan kaki lebih kurang 600 meter dari jalan poros. Kemudian, tak lama berselang setelah melewati kebun karet milik warga, Sungai Paye Purun, yang masih terjaga keasriannya akan terlihat.
Rizky Ajeng, saat diwawancarai media ini di lokasi menuturkan bahwa Paye Purun seolah surga yang tersembunyi di kabupaten PALI.
"Terlihat masih begitu alami suasana di sekitar Paye Purun. Airnya pun begitu bening dan segar. Semoga eksotisme Paye Purun tetap terjaga. Untuk itu, saya harap masyarakat terkhusus pemerintah desa setempat agar bisa mengelola secara optimal Paye Purun, agar semakin dikenal masyarakat luas dan bisa menjadi destinasi wisata air di PALI," tukasnya.
Ditambahkan Marchindo, yang menilai Paye Purun bisa menjadi tempat untuk bersantai sejenak menghindari kesibukan sehari-hari.
"Ini bisa menjadi referensi liburan bagi warga PALI untuk hanya sekedar merefresh dan merefleksikan pikiran setelah satu minggu bekerja," ujarnya.











