Program terus dilanjutkan, dan pada 2011, dilaksanakan pencanangan di Kendari, tidak hanya hutan di tanah kering, tetapi juga di pantai. “Istilahnya terkait dengan lingkungan bahari, daerah pantai di Kendari,” jelasnya.
Warga LDII di seluruh Indonesia tercatat sudah menanam 3,5 juta pohon, dengan tingkat kematian hanya 7 persen. “Sehingga masih terus terpelihara. Momen ini membangkitkan kembali, harus terus melakukan perawatan terhadap lingkungan hidup,” ujarnya.
LDII juga melakukan literasi kepada masyarakat tentang fiqih lingkungan. “Bersama Prof. Faisol Haq, Dekan UIN Sunan Ampel Surabaya dan Prof Sahid,” ujarnya.
Ia mengungkapkan kedua tokoh tersebut memilki jariyah, mengajarkan kepada masyarakat fiqih lingkungan. “Sehingga masyarakat merasa, dengan menjaga lingkungan merupakan ibadah, bukan hanya sekedar menanam,” ia menjelaskan.
Sehingga, selain untuk kehidupan dan penghidupan, bisa juga mendapatkan pahala. “Syukur sekali LDII DIY memotori dan mempelopori. Di Kalimantan Barat, LDII bekerjasama dengan Kodam, terus melakukan penjagaan lingkungan hidup. Mari kita jadikan momen ini bersemangat menjaga lingkungan,” harapnya.
Lingkungan hidup adalah tempat bernaung, sehingga ia mengungkapkan salah satu program prioritas LDII adalah tentang pangan dan lingkungan hidup.
“Mari terus menanam, sebagai jariyah kita, sebagai sumber kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat,” ujarnya.











