PALEMBANG, GLOBALPLANET - Palembang dilanda banjir parah di hari Natal, Sabtu 25 Desember 2021. Berbagai media terutama media sosial dipenuhi dengan informasi dan keluhan tentang banjir.
Entah berapa luas banjir dan berapa banyak jumlah rumah terendam. Namun korban ini juga menelan korban jiwa yakni satu orang terseret arus dan korban lainnya diduga tersengat listrik saat banjir terjadi.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang melalui instansi terkaitnya terlihat melakukan pemantauan dan pengendalian, namun banjir tetap lama terjadi.
Kondisi ini mengundang perhatian banyak pihak termasuk mantan Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra (ESP). Anggota DPR RI ini menilai ada ketidakdisiplinan dalam menangani banjir.
ESP mengatakan, banjir menjadi parah akibat petugas yang tidak disiplin dalam menjalankan tugasnya khususnya dari Dinas PUPR seperti petugas pompa, normalisasi saluran air dan lain sebagainya. Menurutnya jika saluran air tidak mampet, sungai-sungai dinormalisasi, dan seluruh pompa hidup, Palembang tidak akan banjir.











