Di sisi lain, ia menyatakan masih banyak PR yang menanti di tahun depan. Misalnya, soal proses penetapan harga yang masih beragam serta ketimpangan harga CPO antar provinsi.
Ia mengambil contoh peningkatan harga TBS sawit di Provinsi Riau yang memecahkan rekor nasional dengan nilai tertinggi mencapai Rp3.500/kg. Namun, di provinsi lain harga bervariasi dari Rp2.000/kg hingga Rp3.000-an/ kg.
Selain itu, ia menyatakan harga pupuk juga masih menjadi momok yang menyambut petani sawit di tahun depan. Menurut dia, pada tahun ini saja kenaikan harga pupuk mencapai 100 persen.
Rino menyebut kenaikan harga pupuk sangat memengaruhi harga pokok produksi petani yang dapat berdampak petani mengurangi/menunda pemupukan yang berimplikasi penurunan produksi TBS di tahun depan. Tak ayal, ia mewanti-wanti jumlah produksi sawit di tahun depan bakal menurun.











