“Secara tipologis wilayah OKI memang rentan terhadap bencana banjir karena berada di dataran rendah rawa dan sungai. Secara kearifan lokal masyarakat terbiasa menghadapi luapan air sungai namun kita harus hadir untuk memastikan bahwa bencana ini jangan berdampak kerugian ekonomi bahkan jiwa,” ujar Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin.
Listiadi memaparkan banjir di OKI awal tahun ini antara lain berdampak kepada 237 kepala keluarga, 990 jiwa, 229 rumah, 2 unit sekolah serta 2.773 hektar lahan persawahan.
Listiadi mengungkap pihaknya telah melakukan maping dan cek lapangan wilayah terdampak banjir. Untuk itu rakor yang diselenggarakan untuk menguatkan simpul koordinasi semua pihak untuk menanggulangi dampak banjir.
“Kebutuhan-kebutuhan mendesak seperti air bersih, tenaga kesehatan, bantuan pangan, atau penambahan posko-posko kita siagakan," ungkap dia pada rakor sembari berharap adanya juga bantuan dari pihak Dinas Kesehatan, PDAM, sosial, perkebunan dan pemangku kebijakan lainnya.











