Hendri Cen, pengurus DPP SAMADE lainnya, melihat hal ini sebagai pemaksaan dari pemerintah kepada para pengusaha sawit agar mau jual rugi produksi turunan sawit yang mereka hasilkan.
"Pengusaha dipaksa jual rugi kira-kira apa ada yang mau yah? CPO dia beli, dia produksi, tapi dipaksa jual lebih murah oleh pemerintah," kata Hendri Cen.
Ia heran melihat sikap pemerintah yang tak mempertimbangkan beban yang ditanggung oleh pengusaha sawit, seperti beban pajak dan gaji para pekerja perusahaan sawit, dan hal itu nanti akan berimbas ke petani sawit
"Dia (Mendag M Lutfi -red) kira CPO itu tinggal diciduk seperti nguras sumur lalu tinggal kurangi keuntungan. Gak tau dia bagaimana rasanya melihat air mata petani," sindir Hendri Cen.
Ia memprediksi mulai Sabtu (29/1/2022) akan terjadi penurunan harga TBS minimal sebesar Rp 200 sampai Rp 300 per kg. "Tinggal tunggu SMS saja dari pihak PKS," kata Hendri Cen.











