loader

Menteri ESDM Dukung Penuh Proses Inovasi Bensin Sawit Berkualitas dan Ramah Lingkungan

Foto

JAKARTA, GLOBALPLANET - Akhir januari lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif pantau langsung uji coba proses produksi Bensa (Bensin Sawit) mulai dari crude palm oil (CPO) sampai jadi bensa di Kudus, Jawa Tengah.

“Ide ini sudah lama diinisiasi oleh Institut Teknologi Bandung, Profesor Subagjo dan teman-teman. Dua tahun yang lalu kita dorong supaya bisa di-scale up dari hasil skala laboratoriumnya. Dari skala pilot plant-nya yang ada sekarang ini 1.000 liter umpan per hari. Itu sudah bisa dihasilkan juga bahan bakar bensa yang pada saat katalisnya masih segar bisa menghasilkan bahan bakar dengan research octane number (RON) 115, bahan bakar yang berkualitas tinggi,” ujar Arifin Tasrif.

Untuk diketahui, pemerintah bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB) sedang melakukan uji coba pembuatan bensin dengan minyak sawit industri (bensa) skala demo plant. Bensa berkualitas tinggi ini akan menjadi parameter untuk penyusunan feasibility study (FS) dan detail engineering design (DED) untuk produksi bensa yang direncanakan berkapasitas 238,5 kilo liter (kl) per hari. Pabrik bensa akan dibangun di Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatra Selatan dan Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Produk bensa ini sudah terbukti menghasilkan energi berkualitas tinggi, energi yang ramah lingkungan, dan merupakan energi terbarukan. “Untuk itu langkah ini sudah tepat, tinggal bagaimana kita melaksanakannya agar proyek ini memiliki nilai komersial yang kompetitif,” ungkap Arifin.

Dikatakan Arifin, bensa merupakan salah satu jenis bahan bakar nabati (BBN) yang perlu terus didorong pengembangannya oleh pemerintah untuk mencapai kemandirian energi dengan mengurangi impor. Baik bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG, yang terbukti membebani keuangan negara.

Share