OKI, GLOBALPLANET - Hasil survei PISA 2018 menempatkan Indonesia berada di urutan ke-74, alias peringkat keenam dari bawah, ketekunan dan pemahaman berliterasi, mulai baca tulis, digital, dan numeral masih rendah.
Atas rasa hirau akan kualitas literasi, Duta Literasi Ogan Komering Ilir, Alki Ardiansyah Iskandar menggagas berdirinya Rumah Literasi OKI.
Program pertama rumah literasi OKI ditindaklajuti dengan menggelar Kompetisi Matematika Suprarasional bertaraf nasional. Kompetisi ini bekerjasama dengan Klinik Pendidikan MIPA (KPM) Bogor, Sampoerna Agro dan Karang Taruna Kabupaten Ogan Komering Ilir.
"Meningkatkan kemampuan literasi anak-anak tentu menjadi tanggung jawab kita bersama. Untuk itu kami berkomitmen meningkatkan literasi generasi muda di OKI melalui program yang bertajuk Uji Soal Matematika Suprarasional," ujar Founder Rumah Literasi OKI melalui ketua harian, M. Hafidz pada Kompetisi Matematika Suprarasional tingkat Kabupaten OKI di GOR Biduk Kajang, Minggu, (20/2).
Kompetisi Matematika Suprarasional menurut Hafidz adalah tes skala nasional berupa soal bersifat nalar, sehingga didapatkan analisis kompetensi siswa baik secara individu maupun kelas.











