PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas lll Sungai Lumpur Capt Boyke Aries Sonatha buka suara, menanggapi aksi damai yang digelar oleh massa yang mengatasnamakan Gabungan LSM Independen Sumatera Selatan (GLSS) di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Palembang Senin (21/3/2022), atas dugaan pungli yang dilakukan oknum pegawai Unit Penyelenggara Pelabuhan Klas lll Sungai Lumpur OKI.
Capt Boyke mengatakan, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu adanya kontrol sosial dan apa yang dilakukan GLSS merupakan bentuk penyampaian aspirasi yang harus ditampung dan diterima serta dihormati. Silahkan saja menyampaikan aspirasi berdemokrasi sepanjang yang disampaikan itu memang benar.
Boyke menegaskan, sebagai kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Sungai Lumpur akan menindak tegas sesuai dengan peraturan yang berlaku dan akan disampaikan kepada pimpinan tertinggi di Jakarta kalau memang ada dan terbukti ada praktek pungli yang dilakukan oknum pegawai Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Sungai Lumpur.
"Sejauh ini apa yang dituntut oleh LSM kemarin di kantor KSOP Palembang tidak terbukti adanya praktek pungli di Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Sungai Lumpur. Jadi kami tidak bisa menindak lanjutinya,"kata Boyke kepada wartawan Rabu (23/3/2022).
Tuntut lain, dari GLSS yang mengkomplain Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Sungai Lumpur jarang berada di kantor, Boyke mempersilahkan untuk tanyakan langsung kepada teman - teman dari INSA, ISAA yang menggunakan pelayanan maupun teman teman di Kantor KSOP Palembang.
"Saya pastikan selalu hadir di hari kerja baik dikantor UPP ataupun wilayah kerja saya di Sungai Lumpur. Saya pastikan selalu dikantor,"ucapnya.











