“Karena untuk mengikuti MTQ , perlu penguasaan tajwid sebelum akhirnya mempelajari tingkatan lagu seperti bayyati dan sebagainya,” kata Faris.
Saat ditanya persiapannya mengikuti seleksi CPNS, Ia mengaku hanya belajar otodidak dan mengandalkan bekal mengikuti bimbel untuk seleksi sekolah kedinasan. Anak pertama dari 4 (empat) bersaudara ini merasa sangat bersyukur karena dikaruniai orang tua yang selalu memberikan dukungan serta semangat.
“Saya sangat tidak menyangka ternyata jalan kehidupan saya akan bekerja disini,” jawabnya berkaca-kaca.
Dihadapan para tunas pengayoman itu, Kakanwil kemenkumham Sumsel Harun Sulianto mengingatkan para CPNS untuk bersyukur kepada Tuhan YME, karena menjadi orang pilihan yang bisa bergabung bersama Kemenkumham.
Harun juga mengingatkan agar menjaga kesehatan sehingga bisa produktif, harus jadi contoh untuk lakukan prokes ketat, jauhi narkoba dan bijaksana dalam gunakan medos.
“Juga jaga integritas, jaga nama baik keluarga dan nama baik instansi kita,” kata Mantan Kalapas Merah Mata Palembang ini.











