GONCANGAN - gempa minyak goreng belum berakhir. Bahkan makin dasyat. Tumpukan aturan menteri tak juga jadi obat. Migor tetap ngumpet dan harga tak menentu dan rakyat terus menggugat.
Kini goncangan migor sudah jadi tsunami. Menyeret beberapa orang masuk proses hukum. Media dan publik riuh dengan suara dan pendapat masing-masing. Publik pun terbelah dan cenderung ke opini yang diyakininya.
Akhirnya Presiden turun tangan. Menggunakan otoritasnya. Melarang ekspor bahan minyak goreng dan minyak gorengnya. "Itu keputusan sapu jagat," tulis Dahlan Iskan dalam disway.id.
Sikap Presiden tentu punya alasan dan tujuan. Presiden pasti punya semua akses dan data yang dibutuhkan. Kita berharap keputusan itu mampu menyelesaikan persoalan. Setidaknya menjadi awal terapi kejut. Supaya semua berupaya mencari solusi manjur. Semua pihak harus mendukung sambil terus memberikan usulan solusi yang relevan.
Publikasi media dan opini para tokoh tak dapat dihindari. Sebagian patut kita sayangkan. Bahkan mulai diseret ke isu politik. Tak dapat dipungkiri banyak dampak keputusan pelarangan ini. Dampak ekonomi sudah pasti. Termasuk ekonomi (harga) petani.











