loader

Petani Sawit di Sumsel Akan Datangi Kantor Bupati Besok, Ini Tuntutannya

Foto

Terakhir meminta presiden memerintahkan menteri pertanian mencabut permentan Nomor 1 tahun 2018 tentang penetapan harga TBS sawit.

Aksi ini buntut larangan ekspor sawit yang membuat Tanda Buah Segar (TBS) sawit petani anjlok hingga 75 persen dari sebelumnya berkisar Rp3.000 per kilogram. Bahkan terancam busuk terbuang, karena tanki CPO penuh dan pabrik kelapa sawit berhenti produksi CPO.

Dengan kondisi sulit seperti ini petani sawit di seluruh Indonesia akan menggelar aksi protes, termasuk di Sumatera Selatan. DPD Apkasindo kabupaten dan kota akan melaksanakan aksi diam di depan kantor bupati dan wali kota di tiap daerah.

"MUdah-mudahan dengan aksi ini, pemerintah dapat mencari solusi terbaik dengan tidak merugikan petani dan pelaku usaha sawit," ungkap Sekretaris DPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumatera Selatan, Yunus, Minggu (15/4/2022).

Para petani berharap, semoga pemerintah segera membuka keran ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng, sehingga TBS petani tidak busuk terbuang begitu saja.

Diketahui, kebijakan pemerintah melarang ekspor CPO dan bahan baku minyak goreng akibat dari buruknya tata niaga minyak goreng tanah air membuat perekonomian di daerah terganggu.

Sejak sebelum larangan ekspor diterapkan pada 28 April, harga TBS langsung anjlok hingga 70 persen. Hingga kini, sawit rata-rata hanya Rp1000 sampai Rp1.500 per kilogram dan terancam tidak ada harga sama sekali, karena sudah beredar informasi pabrik tidak bisa membeli.

Share