loader

BKSAUA Kota Bitung Studi Banding Moderasi Beragama dengan LDII DIY

Foto

Oleh karena itu, lanjutnya, dengan adanya moderasi beragama, sebagai tokoh agama mampu meminimalisir gejala yang akan menimbulkan perpecahan di antara agama yang telah hidup dalam kerukunan. "Jadi, baik LDII maupun BKSAUA sangat terbantu untuk mewujudkan apa yang diharapkan yaitu kerukunan antar umat beragama. Kerja dari BKSAUA ini juga bagian dari sinergi dengan Pemerintah Kota Bitung," tutupnya.

Pada kesempatan itu, hadir dari LDII DIY wakil ketua H. Anji Sujiman, S.H., M.M. yang merupakan anggota FKUB Kabupaten Sleman, bendahara H. Yosa A. Alzuhdy, S.S., M.Hum., wakil bendahara Ir. H. Djaka Barata, anggota Biro Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan H. Dody Irawan, S.E., anggota

Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah Ust. Endri Sulistyo, dan anggota Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga Ira Fatmawati.

Sementara dari BKSAUA turut hadir sekretaris Pdt. Robby Kawengian, S.Th., S.Pd., MAP., yang juga Kabag Kesra Pemerintah Kota Bitung, lalu Kabag Sumberdaya Alam, Kasubbag Bina Mental Spiritual, beserta jajaran dan tokoh-tokoh dari 6 agama.

Pada kesempatan itu pula, para peserta disuguhi karya kreatif warga LDII berupa kain ecoprint bermotifkan jenis-jenis daun simbol toleransi. Ecoprint merupakan teknik pemindahan motif alam ke dalam suatu media, bisa berupa kain, kertas, hijab, pakaian, sajadah, bahkan keramik. Teknik ecoprint tersebut menggunakan bahan alami sehingga ramah lingkungan, mudah ditemukan di lingkungan sekitar. Adapun motif ecoprint dapat disesuaikan dengan selera dan kreativitas masing-masing.

Share