"Karena itu Saya percaya dan yakin penyelenggaraan festival ini dapat menjadi momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumsel," ujar Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Indonesia tersebut.
Melalui kesuksesan penyelenggaraan Festival Sriwijaya 29 Juni-6 Juli 2022 ini pula ditargetkannya dapat meningkatkan kunjungan wisatawan dalam dan luar negeri.
Sementara itu Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaran Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani Mustafa, mengatakan Festival Sriwijaya yang masuk dalam Kharisma Event Nusantara diakuinya terus mengalami perkembangan yang luar biasa dari tahun ke tahun.
Iapun berharap penyelenggaraan ini semakin mendorong semangat luhur dalam meningkatkan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal serta dapat memacu pertumbuhan ekonomi kreatif.
"Sumsel sudah memiliki brand wisata olahraga yang berkualitas salah satunya Ranau Gran Fondo. Ini kita tunggu pelaksanannya ke depan. Dan dengan festival ini, event pariwisata tidak hanya berkembang di Palembang namun di kab/kota lainnya," ujarnya.
Di tempat yang sama Plh Kadis Kebudayaan dan Pariwisata, Megawati mengatakan bahwa event Festival Sriwijaya kali inu melibatkan sekitar 1.100 pelaku seni dan budaya. Mereka terlibat dalam rangka mengisi berbagai rangkaian acara gelar seni budaya selama event berlangsung.











