loader

Pemahaman Kelembagaan BUMDes Cukup Penting untuk Desa Sasaran Program Peat IMPACTS di Sumsel 

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Saatnya Desa-Desa di Sumsel  memahami pentingnya BUMDes untuk kelola usaha desa, terutama desa yang masuh dalam sasaran program Peat-IMPACTS di Sumatera Selatan.  Besarnya peluang keberadaan dan  pemanfaatan lembaga ini bagi peningkatan pendapatan masyarakat dan kesejahteraan desa pun  perlu dipahami. 

Untuk itu ICRAF Indonesia melakukan pendampingan dan pelatihan sebagai upaya  Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa dan Unit Usaha Masyarakat di Area  Gambut di Provinsi Sumatra Selatan, pada tanggal 30-31 Agustus 2022, di Hotel Aryaduta,  Palembang. 

Tujuan pendampingan dan pelatihan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan meningkatkan  kapasitas pengelola BUMDes dan unit usaha lain di desa agar lebih memiliki kemampuan kewirausahaan, manajerial, pengelolaan usaha, pengelolaan keuangan, serta pemasaran, juga dapat  mengidentifikasi peluang dan hambatan dalam melakukan usaha dan memanfaatkannya untuk  kepentingan BUMDes atau unit usaha lain dan masyarakat di desa, serta mempraktikkan kegiatan  usaha secara mandiri dan menguntungkan. 

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari sosialisasi BUMDes yang telah dilakukan di awal Agustus, di  mana peserta pelatihan telah menyampaikan kendala-kendala (modal, SDM, pemilihan unit usaha, pemasaran, dan lain sebagainya) yang dihadapi dalam pengelolaan BUMDES serta pembahasan  alternatif solusi, potensi yang dapat digali agar BUMDes dapat memberikan kontribusi kepada  Pendapatan Asli Desa (PAD) guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa serta tercapainya harapan yang lebih konkrit dengan adanya BUMDes. 

Aulia Perdana, peneliti ICRAF Indonesia untuk Pasar dan Rantai Nilai Hijau, mengatakan kegiatan ini berhubungan dengan lanskap di OKI dan Banyuasin, yang terhubung pada BUMDes, yang tentunya  berfungsi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.  
“Pendampingan dan pelatihan ini jugamengajarkan pemasaran dan mengindentifikasi peluang serta hambaran untuk BUMDes maupun  unit usaha lain di tingkat desa.  Agar masyarakat desa bisa melakukan usahanya secara mandiri dan  terarah,” ujarnya. 

Kepala Bappeda Kabupaten Banyuasin, yang diwakili oleh Kabid Perencanaan  Perekonomian dan Sumber Daya Alam, Pipi Oktarini SE, MSi., mengatakan, pembentukan tim kerja bersama  telah dilakukan dalam rangka membangun dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami secara bersama melakukan intervensi khususnya di Desa Baru dan Daya  Kesuma, yang merupakan desa sasaran untuk penguatan kelembagaan BUMDesnya. Peningkatan  kapasitas pengetahuan bagi pengelola dan masyarakat juga diarahkan kepada aspek pemasarannya,  agar saluran menuju pasar akan lebih terarah, sehingga kesejahteraan dan pendapatan masyarakat  petani dapat tercapai,” katanya. 

Kepala Bappeda Kabupaten Ogan Komering Ilir, Aidil Azwari, S.P, M. Si, dalam sambutannya  sekaligus membuka kegiatan pelatihan ini menyatakan Terima kasih kepada Tim ICRAF yang telah mengawali kegiatan dengan berkunjung ke Desa Rengas Abang, Nusakarta dan Lebung Itam, dan  Jati Mulya sebagai desa sasaran program Peat IMPACTS, dan telah terpilih tiga desa untuk ikut  dalam pelatihan dan pendampingan BUMDes and unit usaha masyarakatnya. 

“Bumdes memang perlu terus dikembangkan dan diperkuat kelembagaannya, sehingga dapat  meningkatkan tata kelola sumber daya alam yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.  Harapannya  dengan praktek ini, bisa menambah wawasan dan pengetahuan masyarakat desa, sehingga pelaksanaan BUMDes di desa-desa sasaran bisa memberikan output dan outcome khususnya kepada  aspek ekonomi pertanian desa, yang terus berkembang dan dapat menjadi contoh bagi desa-desa  lainnya di Kabupaten OKI,” tambah Aidil. 

Para peserta pelatihan yang terdiri dari Tim Dinas PMD dari Kabupaten Banyuasin dan Ogan  Komering Ilir, serta perwakilan warga desa dariDesa Baru, Daya Kesuma, di Kab Banyuasin dan  Rengas Abang, Nusakarta dan Lebung Itam, di Kabupaten OKI, diberikan penjelasan materi berupa pengenalan BUMDes, Legalitas BUMDes dan dukungan dinas, kewirausahaan, serta pengelolaan  bisnis. Peserta juga dibagi dalam beberapa Kelompok agar dapat berdiskusi bersama dan saling  berbagi informasi dan pengalaman. 

Share