PALEMBANG - PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Region III Palembang mencatat pertumbuhan bisnis yang kuat sepanjang awal 2026. Hingga Maret 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 23,9 persen secara tahunan (year on year/YoY), sementara pembiayaan meningkat 26 persen, melampaui pertumbuhan industri perbankan di wilayah tersebut.
Tak hanya itu, lini bisnis emas menjadi salah satu motor pertumbuhan baru perseroan. Tabungan emas BSI Region III meningkat hingga 406,5 persen secara tahunan, sedangkan jumlah rekening (Number of Accounts/NOA) melonjak 937 persen. Sementara itu, tabungan haji dan jumlah rekeningnya juga tumbuh sekitar 18–19 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Region CEO Palembang Ari Yusnairy Muslim mengatakan capaian tersebut tidak lepas dari selesainya transformasi teknologi informasi (IT). Modernisasi sistem menjadi fondasi bagi perusahaan untuk memperluas layanan digital sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada nasabah.
"Kami siap mengimplementasikan bisnis digital dan akan menerapkannya di seluruh ekosistem bisnis di Region III Palembang untuk menghadirkan layanan keuangan yang semakin modern, inklusif, dan kompetitif," ujarnya dalam Media Gathering di Kantor Region II Palembang, Senin (29/6/2026).
Transformasi IT yang rampung pada pertengahan Mei 2026 itu mencakup migrasi data, peningkatan sistem core banking, konversi sistem, hingga validasi yang melibatkan sekitar 1.500 personel lintas fungsi dengan pengawasan regulator.
BSI Perluas Literasi Keuangan Digital hingga Pedesaan
Corporate Secretary Department Head BSI Pusat, Siti Darojah, mengatakan transformasi digital yang telah selesai dilakukan Perseroan kini diikuti dengan upaya memperluas literasi keuangan digital kepada masyarakat, baik di perkotaan maupun pedesaan. Edukasi difokuskan pada pemanfaatan layanan digital BSI, termasuk produk tabungan haji dan layanan bank emas.
Menurut Siti, BSI saat ini menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang telah mengantongi Bullion Licence, sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk memanfaatkan layanan bank emas melalui BSI.
"Sayang jika masyarakat belum memanfaatkan layanan bullion bank di BSI. Kami juga terus mengedukasi masyarakat, termasuk generasi muda, untuk mulai membuka tabungan haji mengingat masa tunggu keberangkatan haji yang kini sudah mencapai lebih dari 20 tahun," ujar Siti.
BSI Region III Palembang sendiri membawahi operasional di enam provinsi melalui lima area, yakni Padang, Bengkulu, Jambi, Palembang, dan Lampung, yang didukung jaringan 16 kantor cabang, 85 kantor cabang pembantu, serta dua Kantor Fungsional Operation (KFO).
Secara nasional, kinerja BSI juga menunjukkan tren positif. Hingga April 2026, perseroan membukukan laba bersih (unaudited) sebesar Rp2,80 triliun atau tumbuh 17,79 persen secara tahunan. Total aset mencapai Rp452 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp382 triliun dan pembiayaan Rp332 triliun.











