loader

Kalapas Kelas I Palembang: Tak Ada Ruang untuk Pelanggaran yang Dapat Merusak Integritas Institusi Lapas

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang melaksanakan Ikrar dan Penandatanganan komitmen bersama mewujudkan Zero Handphone, Pungli, dan Narkoba (Halinar) pada Apel bersama, Sabtu (18/4/2026) pagi di Aula Utama Lapas Kelas I Palembang. 

Kegiatan yang serentak dilakukan pada semua Lapas di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Indonesia tersebut, langsung dipimpin Kalapas Kelas I Palembang, M. Pithra Jaya Saragih diikuti Ka KPLP Indra Yudha, Kabid Pembinaan Yudhi K, Kabag Tata Usaha Farizal Antony, dan semua pegawai dilingkungan Lapas Kelas I Palembang. 

Penandatanganan komitmen bersama mewujudkan Zero Halinar pertama kali oleh Kalapas yang kemudian diikuti oleh semua pegawai dilingkungan Lapas Kelas I Palembang.

"Ikrar yang kita laksanakan hari ini bukan sekedar formalitas, ini adalah bentuk pernyataan sikap kita bersama bahwa tidak ada ruang bagi segala bentuk pelanggaran yang dapat merusak integritas institusi Lapas. Ini merupakan komitmen moral yang melekat pada setiap pribadi kita sebagai petugas penjara," ujar M Pithra Jaya Saragih dalam sambutannya, Sabtu (18/4). 

Lebih jauh Pithra mengatakan bahwa, kunci utama keberhasilan kita bukan hanya pada sistem tetapi pada integritas dan konsisten dalam menjalankan tugas. "Aturan sudah jelas dan mekanisme juga telah tersedia, yang dibutuhkan adalah kesungguhan kita untuk menjalankannya secara disiplin dan bertanggung jawab," tegasnya.

M Pithra juga mengajak seluruh jajaran untuk benar - benar menjadikan ikrar yang diucapkan sebagai pedoman dalam bertugas jangan berhenti pada kata - kata tetapi wujudkan dalam tindakan nyata. "Terhadap setiap pelanggaran yang terjadi akan dilakukan penindakan secara tegas sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tidak ada toleransi. Karena yang kita jaga bukan hanya aturan tetapi kepercayaan," ujarnya.

Ditambahkan M Pithra bahwa ikrar ini bukan sekedar seremoni saja, tetapi niat didalam pelaksanaan tugas untuk bisa melaksanakan pengawasan dan juga pengendalian terhadap warga binaan khususnya terhadap peredaran gelap narkotika dan pemakaian handphone yang ilegal.

"Untuk saat ini kita di Lapas Kelas I Palembang sudah memfasilitasi beberapa titik untuk warung telpon, kita ada wartel suspas yang dikelola oleh koperasi dimana warga binaan ini kita berikan kesempatan untuk melaksanakan komunikasi baik itu video call dan telpon kepada keluarganya," jelas Pithra diwawancarai usai memimpin apel. 

Lanjutnya, didalam pelaksanaan pengendalian dan pengawasan warga binaan kita. Pada jajaran pengamanan kita rutin melaksanakan penggeladahan minimal 2 kali dalam seminggu, "Pelaksanaan razia tersebut melibatkan mitra seperti, TNI dan Polri. Dan pada waktu tertentu kita juga melaksanakan tes urine beserta dengan pendampingan dari BNN Sumsel," ungkap Pithra.

Lebih jauh katanya, bagi pengunjung ke Lapas Kelas I Palembang pada jadwal Senin sampai Sabtu kita ada kunjungan. Dimana, setiap pengunjung baik itu barang dibawa atau tubuhnya baik pria dan wanita itu digeledah oleh petugas kita.

"Memang petugas - petugas ini kita tempatkan di area - area penggeledahan, dan ini juga kita maksimalkan dengan diawasi kamera CCTV. Sehingga, barang - barang yang terlarang minimal sudah bisa kami tekan dan barang - barang yang tidak boleh masuk lapas itu terhenti didepan," tandasnya.

Ahmad Teddy Kusuma Negara

Share

Ads