loader

Kurir dan Bandar Besar Narkoba di Tangga Buntung Ditangkap Polrestabes Palembang

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Irvan Prawira Satya Putra didampingi Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi dalam pers rilis, Jumat (23/4/2021) menuturkan bahwa Polrestabes Palembang akan terus berupaya membersihkan Tangga Buntung dari narkoba.

"Pada (23/4) dini hari salah seorang bandar besar yang kita kejar berhasil ditangkap, proses penangkapan berawal dari tertangkapnya RB kurir kepercayaan bandar. Setelah dilakukan penyelidikan dan penelusuran dari HP kurir tersebut maka didapatlah sang bandar besar bernama Aab alias AB," ujar Irvan.

Kurir tersebut RB ditangkap saat berada di sebuah rumah kosan dengan seorang wanita bukan muhrim. "Setelah hasil pendalaman didapati 2 unit HP yang dijadikan sarana bertransaksi, kemudian barang bukti uang tunai Rp100.600.000, hasil setoran dari penjual atau pedagang yang ada di bawah bandar besar," tuturnya.

Masih kata Irvan, dengan penangkapan ini pihaknya akan terus melakukan supaya agar Kota Palembang bersih dari narkoba. "Bapak Kapolda Sumsel yang langsung meminta bahwa kawasan Tangga Buntung akan kita jadikan kampung percontohan anti narkoba dimana akan dibuat kampung bersinar (bersih dari narkoba). Polda Sumsel sudah melakukan bakti sosial agar masyarakat tangga buntung dapat bersatu untuk melawan narkoba yang ada diwilayah mereka," ucapnya.

Kasat Narkoba Polrestabes Palembang AKBP Andi Supriadi mengatakan penangkapan ini terkait dengan penggerebekan di Tangga Buntung beberapa waktu lalu dengan menyita 1,5 kg sabu. "Awalnya BB sabu ini sebenarnya 2 kg dan uang yang disita ini sisa uang setoran dari sabu yang sudah terjual," kata Andi.

Diteruskan Andi, bahwa bandar besar Aab maupun Ahmad Fauzi alias Ateng merupakan jaringan satu keluarga dan RB merupakan kurir kepercayaan bandar tersebut.

"Bahwa RB ini kepercayaan kedua bandar besar ini, baik itu mengambil barang maupun mengambil uang penjualan. Dalam kesempatan ini saya memohon untuk bandar Ateng segera menyerahkan diri, karena kami akan terus berjuang mencarinya. Hidup atau mati jadi sebaiknya menyerahkan diri saja agar permasalahan cepat selesai secara hukum," tegas Andi.

Share

Ads