loader

GAPKI Beberkan Pertumbuhan Produksi Sawit di Tahun Pemulihan dari Covid-19

Foto

Di awal tahun 2022, tepatnya di Januari ini, harga minyak nabati cenderung naik kembali. Fluktuasi harga disebabkan banyaknya faktor ketidakpastian baik dari segi produksi maupun permintaan minyak nabati.

Produksi oilseed tahun 2022 diperkirakan akan melimpah meskipun kekeringan di Amerika Selatan masih menjadi faktor yang harus diperhatikan karena dapat menurunkan produktivitas. Melimpahnya produksi oilseed tidak langsung meningkatkan pasokan minyak nabati karena berbagai alasan. Harga oilmeal yang kurang menarik akan menjadi salah satu faktor penghambat disamping untuk pemulihan stok oilseed yang terkuras di tahun 2021.

Dijelaskan Mukti, produksi minyak sawit 2021 menunjukkan adanya anomali. Semester II yang biasanya lebih tinggi dari semester I di tahun 2021 justru lebih rendah. “Oleh sebab itu, produksi semester I 2022 akan menjadi petunjuk apakah penurunan produksi akan terus berlanjut atau akan terjadi kenaikan. Pemupukan yang terkendala di tahun 2021 akibat kelangkaan dan kenaikan harga pupuk akan mempengaruhi produktivitas dan produksi 2022,”

Lebih lanjut, ia menambahkan cuaca ekstrim basah yang terjadi di awal 2022 juga bukan hanya akan mempengaruhi produksi di semester I tetapi juga di semester II 2022. “Untuk itu, produksi CPO tahun 2022 diperkirakan mencapai 49 juta ton sedangkan PKO mencapai 4,8 juta ton sehingga total CPO dan PKO mencapai 53,8 juta ton, atau kenaikan sebesar 4,8% dibandingkan dengan produksi tahun 2021 sebesar 51,3 juta ton,” lanjut Mukti.

Sementara itu, konsumsi minyak sawit dalam negeri akan sangat dipengaruhi perkembangan Covid-19. Seperti diketahui, pada 2021 Covid-19 masih ada, total konsumsi dalam negeri untuk pangan naik 6%, oleokimia naik 25% dan biodiesel naik 2%.

“Untuk tahun 2022, konsumsi untuk pangan diperkirakan naik dengan laju yang hampir sama menjadi sekitar 800 ribu ton/bulan (9,6 juta ton/tahun). Untuk oleokimia tahun 2021, konsumsi mendatar dalam 6 bulan terakhir pada sekitar 180 ribu/bulan dan diperkirakan akan berlanjut ke tahun 2022 sehingga konsumsi untuk oleokimia diperkirakan 2,16 juta ton/tahun,” urai Mukti.

Sementara, untuk konsumsi Biodiesel tergantung dari program mandatori biodiesel yang ditetapkan pemerintah. Sesuai program tahun 2022, program mandatori B30 dengan konsumsi biodiesel 2022 diperkirakan 8,33 juta ton. Dengan demikian konsumsi dalam negeri 2022 diperkirakan sekitar 20,59 juta ton.

Share