“Mereka kami jemput di sekolah masing-masing lalu kami amankan dan sudah kami panggil orang tuanya untuk diberikan pembinaan," jelasnya.
Salah satu pelajar berinisial D (16) mengaku dirinya hanya ikut-ikutan untuk melakukan sweeping saat 17 Agustus lalu.
"Aku melok - melok be, make motor rame-rame. Kalu kejadian 17 Agustus kemarin tidak tahu menahu aku,” ujar D, di ruang penyidik Unit 3 Subdit III Jatanras, akhir pekan lalu (2/9).
Diketahui selain pelajar di dalam Genk Lima Aliansi ada juga mantan alumni yang bergabung men-sweeping calon korbannya. Setelah didata didata dan dipanggil orang tuanya untuk diberikan pembinaan para ini juga menandatangani surat pernyataan agar tak lagi mengulangi perbuatannya.










