Berita :: GLOBALPLANET.news

Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto. (Foto: Dok/globalplanet)

09 Mei 2020 11:41:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Badan Meteorologi dan Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada bulan Mei sebagian wilayah Indonesia akan memasuki musim kemarau dan mencapai puncak pada Agustus mendatang. Sebagai upaya antisipasi, GAPKI telah membuat dan mendistribusikan protokol pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Direktur Eksekutif GAPKI Mukti Sardjono mengatakan, meskipun kemarau tahun 2020 diperkirakan tidak akan separah tahun lalu, namun persiapan menghadapi kemarau untuk mencegah Karhutla harus dilakukan dengan sebaik-baiknya.

“GAPKI telah membuat dan mendistribusikan protokol pencegahan Karhutla (ke cabang untuk diteruskan ke anggota). Diharapkan dengan kewaspadaan dan kerjasama semua pihak, Karhutla 2020 dapat dicegah dan diminimalkan,” ujarnya Mukti kepada globalplanet.news.

Senada disampaikan Ketua GAPKI Cabang Sumsel Alex Sugiarto. Industri kelapa sawit harus mempersiapkan upaya pencegahan Karhutla sebaik – baiknya seperti tahun sebelumnya. Sesuai dengan petunjuk pusat, GAPKI Sumsel pun telah membuat dan mendistribusikan surat himbauan kesiapsiagaan/antisipasi dan protokol pencegahan Karhutla. “Diharapkan dengan kewaspadaan serta kerjasama dari semua pihak, Karhutla tahun ini dapat dicegah dan diminimalisir,” tambahnya di Palembang.

Menoleh data Global Forest Watch, kebakaran di dalam konsesi sawit mencapai 11%, sedangkan luar konsesi mencapai 68%. Bahkan masih menurut data, di Sumsel hanya sebesar 2 persen dalam konsesi. Hal ini membuktikan upaya pencegahan dari industri sawit telah berjalan.

 

Reporter : globalplanet Editor : Zul Mulkan 113