Berita :: GLOBALPLANET.news

Tangkapan layar status FB yang menyebutkan dugaan potongan gaji perangkat desa di OKU Timur. (Foto: Ist)

07 Juni 2020 17:01:20 WIB

OKUT, GLOBALPLANET - Perangkat Desa Harisan Jaya, Kecamatan Cempaka, OKU Timur resah akibat diduga pemotongan gaji perangkat desa oleh pihak Pemerintah Kecamatan. Dugaan pemotongan dikakukan dengan alasan tidak jelas.

Masalah dugaan pemotongan ini bahkan sudah viral di Media Sosial (Medsos) yang dishare digrup Info OKU Timur (FIO)  oleh akun Ruhut Sagala. Dengan isi postingan, "Nama Tuatni Mahendra Sagala Desa Harisan Jaya, Kecamatan Cempaka, Kab OKU Timur. Menyampaikan bahwa ada pungutan liar di desa saya.....Saya minta tolong kepada siapa pun supaya saya di berikan petunjuk....Pihak kecamatan Cempaka memotong honor perangkat desa sebesar Rp1.000.000 Dengan alasan yang tidak jelas. Bagi siapapun ingin mendapat informasi lengkap hubungi saya di no 083178921817," tulisnya.

Postingan ini telah dibagikan belasan kali dan disukai ratusan orang. Salah satu komentar menyarankan untuk dilaporkan ke pihak berwajib.

Kaur Umum dan Perencanaan Desa Harisan Jaya, Kecamatan Cempaka, Tuatni Mahendra Sagala, saat dikonfirmasi melalui telpon seluler pada Minggu (07/06/2020) membenarkan dirinya yang memposting di Medsos tentang dugaan pemotongan gaji perangkat desa.

Dia menambahkan gaji perangkat desa sebesar Rp2 juta yang diberikan per triwulan, dipotong Rp1 juta dengan alasan untuk pemberkasan di PMD kabupaten dan untuk pembuatan NIPD. Baru satu kali gajian pada Kamis 21 Mei 2020 yang memotong KAUR Keuangan desa atas perintah kecamatan. "Kami perangkat desa bingung dengan adanya pemotongan dengan alasan yang tidak jelas ini," katanya.

Sedangkan Camat Cempaka Arisman saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di WhatsApp dengan tegas membantah dan mengatakan tidak benar ada pemotongan gaji perangkat desa. "Oh ya pak  itu tidak benar tidak ada pemotongan gaji perangkat pak," tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PMD OKU Timur H Rusman menjelaskan, sejauh ini tidak ada pemotongan gaji perangkat desa karena mekanisme penggajian perangkat desa langsung dikirim ke rekening masing-masing perangkat desa. Jika ada yang mengatakan dipotong itu tidak benar sama sekali. Sedangkan yang bersangkutan yang memposting status di Medsos itu sudah membuat surat pernyataan tidak bersedia dipotong. "Sekarang yang menjadi pertanyaan siapa memotong gaji perangkat desa," ungkapnya.

Reporter : Dadang Dinata Editor : Zul Mulkan 213