Berita :: GLOBALPLANET.news

Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Menanam Pohon Indonesia tahun ini di Sums dipusatkan di Desa Perjaya, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Sabtu (28/11/2020). (Foto: Istimewa)

28 November 2020 15:29:00 WIB

OKU TIMUR, GLOBALPLANET - Puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan Hari Menanam Pohon Indonesia tahun ini di Sumsel dipusatkan di Desa Perjaya, Kecamatan Martapura, OKU Timur, Sabtu (28/11/2020). Pada kegiatan ini hadir Gubernur Sumsel Herman Deru dan Istri, Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi dan unsur Forkopimda.

Kepala Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Musi, Siswo, S.Hut, M.Si, mengatakan, target dari kegiatan ini untuk  memulihkan ekosistem, meningkatkan ekonomi masyarakat dan memulihkan Daerah Aliran Sungai (DAS). Sebanyak 3.000 bibit pohon produktif ditanam khusus untuk  OKU Timur. "Dua tahun bibit pohon sudah bisa berbuah karena bibit tanaman merupakan hasil okulasi. Pada 2018 di kegiatan serupa dilaksanakan di Ogan Ilir dan pada 2019 di Palembang," ujarnya, Sabtu (18/11/2020).

Kegiatan ini juga Menandai Gerakan Nasional Pemulihan DAS 2020, BPDASHL Musi bagikan 3000 bibit produktif untuk masyarakat OKU Timur, dilaksanakan Puncak Penyelenggaraan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, bertepatan dengan Hari Menanam Pohon Indonesia.

Peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional sejak tahun 2018 dilebur, disatukan dengan Gerakan Nasional Pemulihan Daerah Aliran Sungai (GN PDAS). 

Penanaman pohon selalu dan tetap menjadi sebuah kegiatan yang amat penting. Melalui penanaman pohon kita mencoba mengembalikan vegetasi lahan dan hutan yang terdegradasi. Tetapi menanam pohon saja belum cukup untuk tujuan besar melakukan pemulihan kondisi lahan atau hutan secara lebih luas, yaitu dalam sebuah satuan ekosistem Daerah Aliran Sungai atau DAS. 

Pada 2020 kegiatan GNPDAS merupakan rangkaian dalam kegiatan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia lingkup Sumatera Selatan (Sumsel). Berbagai kegiatan telah dilaksanakan antara lain seminar, lomba-lomba yang berkaitan dengan lingkungan serta rangkaian kegiatan menanam pohon.

Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Musi dalam menandai GNPDAS ini membagikan 3000 batang bibit produktif bagi masayarakat OKU Timur. Bibit ini terdiri dari jenis buah-buahan antara lain, Mangga, Jambu, Alpokat, Rambutan, Durian, Sawo dan lain-lain. 

"Dalam kondisi saat ini, yang perlu segera kita pulihkan ialah fungsi hidrologi DAS agar kembali sehat dan berkontribusi bagi pencegahan bencana serta peningkatan produktifitas dan kesejahteraan masyarakat. Mengembalikan kondisi vegetasi merupakan, bagian dari tindakan menyeluruh yang diperlukan,"ujarnya.

Tahun ini BPDASHL Musi telah mendistribusikan lebih dari 79.000 bibit produktif di wilayah Sumatera Selatan, selain itu kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan terus dilaksanakan. Terakhir dalam mendukung pemulihan Ekonomi Nasional akibat dampak Covid-19, BPDASHL Musi juga memfasilitasi kegiatan Padat Karya Penanaman Mangrove di Kabupaten OKI dan Banyuasin.

Gubernur Sumsel H Herman Deru, SH, MM, mengungkapkan, pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi media untuk introspeksi. "Mari kita ingatkan diri kita masing-masing apa yang sudah kita lakukan untuk alam, tidak akan ada kata terlambat untuk menjaga alam," katanya.

Jangan sampai meninggalkan air mata untuk keturunan tapi tinggalkan sumber air untuk keturunan penerus. Debit air akan turun jika alam tidak dijaga sehingga sudah kewajiban seluruh komponen masyarakat wajib menjaga alam. "Kita tidak ingin generasi kedepan makan beras plastik, durian plastik karena tidak bisa ditanam lagi akibat kerusakan alam, karena itu kita jaga alam, alam akan menjaga kita," kata Deru.

Sementara Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, S.Sos, MSi meminta agar Aliran Sungai yang ada di Bumi Sebiduk Sehaluan dilakukan normalisasi. Mengingat saat ini kabupaten yang dikenal sebagai lumbung pangan tersebut sering menerima banjir kiriman dari hulu

Untuk itu dirinya berharap agar segera dilakukan normalisasi. "karena sudah terjadi pendangkalan, mengakibatkan OKU Timur kapan masuk musim penghujan  menjadi langganan banjir. Ketika itu dinormalisasi tentu akan mengurangi akibat banjir," kata Kholid menerangkan. 

Reporter : Dadang Dinata Editor : Zul Mulkan 337