Berita :: GLOBALPLANET.news

Lokasi bongkar muat batubara. (Foto: Teddy)

09 Januari 2021 16:54:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET. - Warga di kawasan Ki Marogan Kertapati, Palembang mengeluh sakit batuk-batuk dan perabotan dalam rumah dikotori debu. Warga menduga debu itu berasal dari aktivitas bongkar muat batubara yang tidak jauh dari pemukiman.

Nur warga sekitar saat diwawancarai, Sabtu (9/1/2021) mengatakan, akibat debu diduga batubara ini, rumahnya menjadi kotor. "Piring makan pinggirnya berwarna hitam, dioles pakai jari nampak hitam dijari. Debu sangat terasa di kala saat musim panas, dan musim hujan saat ini sedikit berkurang debu," ungkapnya.

Dia menduga, debu ini berasal dari aktivitas dua perusahaan batubara yang posisinya dekat dengan perkampungan warga. Selain perabotan seperti piring, pakaian juga terkena debu bahkan hingga masuk ke dalam lemari pakaian.

"Hitam semua di dalam lemari, kan halus debu itu jadi bisa masuk, debu ini masuk ke rumah setiap saat 24 jam siang dan malam. Oleh karena itu kami meminta kepada pemerintah untuk membantu permasalahan ini, karena warga tidak bisa berbuat apa - apa," terangnya.

Nur mengatakan tidak ada bantuan kesehatan dari pihak perusahaan terkait bongkar muat batu bara tersebut untuk membantu warga sekitar yang sakit untuk berobat.

"Tidak ada bantuan untuk kesehatan, berobat maupun dibuatkan BPJS kesehatan, yang ada hanya setahun sekali pemeriksaan kesehatan gratis," katanya.

Warga lainnya, Emi ketika dibincangi, mengatakan akibat bertebaran debu batubara ini banyak yang menderita penyakit batuk - batuk. 

"Warga baru saja sudah terjangkit apalagi warga yang sudah lama menetap, itu terkena debu halus batu bara," terangnya.

Lanjut Emi, walaupun posisi rumah ditutup semua pintu, debu halus ini masih bisa masuk ke dalam rumah menempel di rak piring, meja makan, gelas, setiap dipakai harus di bilas dulu.

"Rumah sudah disapu dan dipel tak lama harus dibersihkan lagi, begitu juga piring, gelas mau dipakai dibilas dulu," katanya yang sudah 1 tahun lebih menetap.

Dirinya mengaku sempat sakit dan diperiksa ke dokter ternyata terkena penyakit paru - paru akibat menghisap debu. Saat berobat tidak ada bantuan, berobat sendiri, biaya sendiri, tidak ada BPJS kesehatan. 

"Sudah lama warga mengeluhkan debu batubara ini, untuk pemerintah tolong diperhatikan warga sini, terutama kesehatan kami sudah hidup susah ditambah penyakitan lagi," pintanya sembari mengatakan sebelum berdiri PT di sini, tidak ada debu dan penyakit.

Reporter : Teddy Editor : Erik Oktasubadra 490