loader

Musim Tanam Pupuk Subsidi Langka, Shofik: Awasi Bersama

Foto

OKUT, GLOBALPLANET. - Kondisi ini dikeluhkan petani dihadapan anggota DPRD Sumatera Selatan, (Sumsel) yang berasal Daerah Pemilihan  (Dapil) IV  OKU Timur, Azmi Shofix, SIP dari Fraksi Demokrat yang sedang melakukan reses.

Petani di beberapa Kecamatan antara lain Belitang, Belitang III, Belitang II, Semendawai Suku 3, Belitang Mulya, Buay Madang Timur, Madang Suku II dan Belitang Jaya menyampaikan aspirasi yang sama tentang susahnya mendapatkan pupuk pada musim tanam, dan hal ini sudah berlangsung selama beberapa tahun kebelakang.

"Kami kesulitan pupuk, sedangkan sekarang sudah memasuki musim tanam, jika pupuk sulit kami takut tanaman padi kami tidak tumbuh dengan baik," kata Ketua Kelompok Tani Desa Pengadonan Kecamatan Buay Madang Timur, Sarkun kepada globalplanet.news, Senin (14/12/2020).

Menanggapi kelangkaan pupuk di Dapilnya, Azmi Shofix, S.IP pada Senin (14/12/2020) mengatakan akan mendorong pihak-pihak terkait untuk melakukan sinergi menyelesaikan permasalahan kelangkaan pupuk pada setiap musim tanam.

"Kita ketahui bersama keluhan masyarakat tentang kelangkaan pupuk pada saat musim tanam ini sudah berlangsung beberapa tahun kebelakang, mungkin tidak hanya di OKU Timur tetapi juga di kabupaten lain yang juga merupakan lumbung pangan, saya fikir sudah saatnya ada sinergi dan komunikasi yang baik antara stakeholder terkait diantaranya Poktan/Gapoktan, Dinas Pertanian, dan PT Pupuk Indonesia melalui anak usahanya PT Pusri maupun PT Petrokimia Gresik agar permasalahan kelangkaan pupuk ini dapat dicarikan solusinya," imbuhnya.

Komunikasi dan sinergi antara stakeholder ini terkait dengan pengisian Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). RDKK harus sesuai potensi perencanaan tanam di setiap desa dan kecamatan, sehingga nantinya diharapkan ada ketepatan alokasi pupuk yang dibutuhkan. Pupuk subsidi yang dialokasikan harus tepat jumlah yang dibutuhkan dan harus tepat saat musim tanam tiba, jangan sampai pada saat musim tanam petani justru kesusahan mendapatkan pupuk, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas dari tanaman padi itu, kasihan petani kalau hasil panen nya nanti tidak baik.

Pada 2020 dilakukan koreksi terhadap alokasi pupuk bersubsidi menjadi 7,9 juta ton, dan sesuai Permentan 01/2020 sebanyak 10 persen dialokasikan sebagai cadangan pupuk, sehingga total yang akan didistribusikan sebanyak 7,1 juta ton.

Selain itu, pada 2020 tidak lagi diberikan pupuk subsidi bagi pembudidaya ikan, yang pada tahun sebelumnya selalu mendapatkan pupuk subsidi. Kini pemerintah fokus memberikan pupuk subsidi hanya bagi petani yang melakukan usaha tani bidang pertanian.

"Distribusi pupuk bersubsidi harus kita awasi bersama. Saya juga berharap distribusi Kartu Tani  2021 dapat dimaksimalkan di Kabupaten OKU Timur kita ini, agar petani-petani bisa merasakan manfaat subsidi tersebut secara tepat sasaran, bisa melakukan penebusan dan pembelian pupuk bersubsidi untuk lahan pertanian. Yang jelas kita harus bersama  petani, pejuang ketahanan dan kedaulatan pangan di negara kita," terang politikus Demokrat ini.

Share

Ads