loader

Ekspor Minyak Sawit Indonesia ke China Ungguli Malaysia Pada Kuartal I 2021

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pada awal tahun 2021, kebijakan pungutan ekspor dan Bea Keluar (CPO) Indonesia tercatat meningkat, dengan pungutan tertinggi untuk BK mencapai US$ 116/ton dan Pungutan Ekspor tertinggi mencapai US$ 255/ton

“Kenaikan pungutan ekspor dan Bea Keluar, telah meningkatkan daya saing CPO Indonesia dalam ekspor produk minyak sawit olahan dibandingkan dengan Malaysia,” catat Lim Teck Chaii dikutip dari laman resmi MPOC.

Sementara merujuk laporan lembaga Administrasi Umum Kepabeanan China menunjukkan bahwa ekspor minyak sawit Indonesia ke China daratan meningkat dari 556.600 ton menjadi 1.157.200 ton untuk periode Januari hingga Maret 2021.

Berbanding terbalik dengan ekspor Malaysia yang turun sekitar 265.800 to menjadi hanya sebanyak 315.800 ton untuk periode yang sama. Sementara itu, total impor minyak sawit China untuk Januari-Maret 2021 meningkat 290.300 ton menjadi sejumlah 1.478.700 ton.

Sementara untuk produk turunan minyak sawit seperti, RBD Palm Olein, RBD Palm Stearin, dan Crude Palm stearin adalah jenis utama minyak sawit yang diekspor dengan porsi 89,9% dari total ekspor. Pangsa ini 4,7% lebih rendah dari 94,6% pada periode yang sama tahun lalu. Terjadi penurunan impor Crude Palm stearin sebesar 32,4% atau setara 29.804 ton menjadi 62.119 ton. Sedangkan impor RBD PS turun 49,5% atau setara 82.121 ton menjadi 83.770 ton.

Share

Ads