Yogyakarta dan Leiden memiliki beberapa kemiripan. Keduanya merupakan kota bersejarah, kental akan kebudayaan lokal, dan tempat berdirinya kampus tertua, yakni LU dan UGM. Pengalaman LU dalam memanejemen HBL akan dapat membantu Fakultas Kehutanan UGM dalam pengelolaan hutan pendidikan pada khususnya, serta pengembangan kebun botani UGM, restorasi Alas Mentaok dan flora sumbu filosofi Yogyakarta secara umum.
Sementara itu Direktur HBL, Prof. Paul Kessler mengapresiasi pelaksanaan training ini. Paul yang pernah lama meneliti di Kalimantan Timur mengharapkan pula, hasil pelatihan dapat meningkatkan pemahaman yang lebih baik terhadap evolusi tumbuhan tropika.
"Saya sangat mengapresiasi dan semoga hasilnya dapat membantu meningkatkan pemahaman akan keluarga tumbuh-tumbuhan tropika. Anda pun semakin menghargai keanekaragaman tumbuhan. Jangan ragu untuk mendiskusikan pula kerja sama lainnya," harap Paul, 2 Februari 2022.
Mengakhiri sesi pelatihan, Siti berterima kasih atas pengalaman yang luar biasa di HBL. Menurut dosen INSTIPER Yogyakarta ini, materi training mampu menyegarkan wawasan ilmu pengetahuan botaninya. Ia pun berharap suatu hari nanti dapat melanjutkan post doctoral program di LU.











