loader

Soal Narkoba: Ditnarkoba Polda Sumsel Akan Selidiki Kasus Tewasnya Muslim Diduga Kaki Bandar Narkoba

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Deperti diketahui, motif dari pembunuhan  ini terjadi dilatari oleh kakak tiri tersangka Deni memiliki utang narkoba sebesar 100 juta. Dengan Muslim yang tewas di depan musolah Abadan Kelurahan.1 Ilir kecamatan, Ilir TimurII Palembang. Rabu (22/7/20) lalu.

Korban selalu mengancam keluarga pelaku untuk segera membayar utang narkoba tersebut. Tersangka yang dendam dengan ancaman korban lantas merencanakan aksi untuk membunuh korban dengan cara keji.

Ketiga pelaku pun berhasil ditangkap oleh Unit I Subdit III Jatanras Polda Sumsel di dua lokasi yang berbeda.

Selain menurunkan Jatanras, Polda Sumsel akan menurunkan Ditresnarkoba untuk mengusut tuntas akar permasalahan yang dilatari permasalahan narkoba ini.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Heri Istu bahkan turun langsung mengikuti press release yang diadakan oleh Ditreskrimum Polda Sumsel, Sabtu (25/7/2020).

Dikatakan Heri Istu, Ditresnarkoba Polda Sumsel akan mencari nama-nama yang dikatakan oleh pelaku yang memiliki utang kepada korban tersebut.

Mengingat motif dari pembunuhan ini dikarenakan motif utang yang cukup besar terkait narkoba yang dimiliki kakak tiri pelaku kepada korban.

"Kita cari namanya yang disangkutpautkan oleh pelaku tadi. Ini kan karena motif utang narkoba 100 juta tentunya ini jumlah yang cukup banyak," kata Heri Istu, Sabtu (25/7/2020).

Ditresnarkoba akan mendalami terlebih dahulu permasalahan yang dikarenakan utang narkoba tersebut yang di bantu oleh Polsek dan Polrestabes.

Sementara itu dari pengakuan ketiga pelaku, semuanya mengaku menggunakan narkoba jenis sabu dan salah satu pelaku yakni Deni sempat memakai sabu sebelum akhirnya menembak korban Muslim hingga meregang nyawa.

"Kita akan dalami bekerja sama dengan Polsek dan Polrestabes. Pelaku mengaku juga memakai sabu dan didapat dari yang ditagih itu. Narkoba ini membuat orang menjadi sadis dan sanggup menghilangkan nyawa orang," kata Heri Istu. 

 

Share

Ads