Berita :: GLOBALPLANET.news

Tampak tanaman warga yang terdampak rusak dan gagal panen diduga kuat lantaran debu yang ditimbulkan dari mobilitas armada di jalan khusus PT Servo Lintas Raya. (Foto : ist)

31 Agustus 2020 17:55:30 WIB

PALI, GLOBALPLANET - Banyaknya tanaman milik warga Desa Benuang, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang rusak hingga gagal panen, diduga kuat lantaran debu yang disebabkan tingginya mobilisasi armada bermuatan batubara milik PT Servo Lintas Raya.

Tanaman yang berada di kebun tak jauh dari perlitasan armada dari Kabupaten Lahat menuju dermaga Jetty di pesisir sungai Musi itu mulai disoalkan warga. Pasalnya, jika tidak ada penyelesaian, warga mengancam akan mengelar aksi demo dengan memblokir jalan.

Diungkapkan Kepala Desa (Kades) Benuang Kawaludin bahwa, dirinya mewakili warga pemilik kebun menilai penyiraman yang dilakukan pihak perusahaan di sepanjang jalan PT Servo Libtas Raya terkesan seadanya saja, sehingga membuat pemilik kebun merugi.

"Areal jalan yang melintasi kebun warga ini sepanjang enam kilometer. Diselimuti debu yang berterbangan akibat armada angkut PT Servo Lintas Raya. Akibatnya tanaman di kebun seperti karet hasilnya menurun. Sedangkan, kebun nanas dan jagung warga lainya harus gagal panen," ungkapnya, Senin (31/8/2020)

Pihaknya berharap, perusahaan segera mengecek bersama warga di lokasi tersebut.

"Karena kalau tidak warga berjanji akan demo dan blokir jalan. Kami juga akan segera menyurati pihak perusahaan atas kejadian ini," jelasnya.

Sementara, Humas PT Servo Lintas Raya, Yayan Sunderi mengatakan, bahwa penyiraman di jalur operasionalnya di Desa Benuang, telah dilakukan secara maksimal. Namun, apabila ada warga yang mengaku gagal panen di kebunya akibat debu, hal ini perlu dilakukan penkajian terlebih dahulu.

"Kalau menuding seperti itu, tentu harus ada penelitian lebih dalam. Karena, banyak faktor lain juga. Mungkinsaja tanaman yang ditanam kurang penyiraman dan pemupukan, sehingga kebunya gagal panen," ujarnya.

Dikatakanya, warga pemilik kebun baiknya membuat surat secara resmi yang diketahui oleh kades dan bahkan camat ke pihaknya, sehingga bisa langsung menangapi keluhan tersebut dan mencari solusinya. "Suratnya harus dikirim, sehingga bisa kita lakukan pengecekan," pungkasnya.

Reporter : Eko Jurianto Editor : M.Rohali 184