Berita :: GLOBALPLANET.news

Dua pemalak yang ditembak mendapatkan tindakan pembersihan luka tembak. (Foto: Andika Pratama)

19 November 2020 08:39:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET. - Sadis ketika beraksi di jalanan, beginilah wajah tiga kompolotan pemalakan sopir truk di Jembatan Musi II Palembang. Saat berhasil diringkus anggota Unit 2 Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel, mereka hanya bisa meringis dan layu.

Ketiganya Okta Kurniawan (25), Zainuri alias Ulik (26) dan Gusti Randa alias nando (20), warga Nilakandi, Kertapati Palembang. Bahkan Okta Kurniawan (25) dan Zainuri alias Ulik (26) hanya bisa meringis setelah peluruh polisi bersang di kaki pelaku. Mereka ditembak lantaran berusah melarikan diri saat dilakukan penangkapan anggota yang dipimpin oleh Kanit II Kompol Bakhtiar SH dan Panit Opsnal Ipda Maryanto, Rabu (18/11/20).

Ketiganya merupakan kompolotan pemalak sopir truk yang terakhir memalak sopir truk di kawasan Terminal Karya Jaya, Sabtu (14/11/20). Menggunakan senjata tajam, waktu itu mereka berhasil mendapatkan secara paksa uang sopir sebesar Rp500 ribu. 

"Saya sudah enam kali memalak.Dari Jembatan Musi II Palembang ke Flayover Kertapati, Jembatan Keramasan, Pal 9 , jalan lurus Indralaya, terakhir ini Terminal Karya Jaya," ungkapnya. 

Modus kompolotan mengikuti truk yang diincar sampai lokasi yang dianggap aman. Mereka akan meminta sopir untuk berhenti dan meminta uang secara paksa dengan ancaman senjata tajam. “Sampai di jalan sepi kami ancam pakai badik minta uang Rp500 ribu dan ambil HP dan pergi,” katanya. 


Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Suryadi didampingi Kanit 2 Kompol Bakhtiar membenarkan telah meringkus tiga pemalak yang sudah sangat meresahkan sopir. 

“Mereka ini kompolotan yang terbilang sadis. Dua oran terpaksa diberikan tindakan tegas (ditembak) karena berusaha melarikan diri saat ditangkap. Keduanya juga residivis karena pernah menjalani hukuman di Polrestabas Palembang. Untuk sementara anggota kami juga masih melakukan pengejaran terhadap komplotan lain yang berkeliaran di luar sana.

Reporter : Andika Pratama Editor : Erik Oktasubadra 1116