Berita :: GLOBALPLANET.news

Ilustrasi: istimewa

29 November 2020 16:48:15 WIB

PALI, GLOBALPLANET.news - Masyarakat Sumatera Selatan, khsusunya Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) diminta untuk lebih berhati-hati. Sebab, saat ini sindikat yang mencari korban guna meminjam kartu tanda penduduk (KTP) dan kartu keluarga (KK) untuk disalahgunakan tengah marak.

Sindikat ini, menggunakan KTP dan KK korban untuk dimanfaatkan meminjam uang dan membeli barang-barang secara online. Di Kabupaten PALI sendiri telah ada lima orang korban yang semuanya warga Kecamatan Talang Ubi yakni YD, PB, AB, NA dan EF. 

Diceritakan salah satu korban atas nama YD, pada Jumat (20/11/2020) lalu, dirinya didatangi dari pihak bank mandiri untuk klarifikasi terkait dengan nama dan rekening dan ATM Bank Mandiri yang mengatas namakan dirinya. 

Pihak bank menjelaskan hendak klarifikasi kebenaran data, mengingat data atas nama lima orang tersebut termasuk dirinya melakukan transksi jual beli barang. Namun barang yang di pesan oleh salah satu konsumen yang ada di Solo tidak kunjung datang.

"Mungkin orang itu (pembeli) laporan ke pihak bank, sehingga bank melakukan penelusuran dan data seperti KTP dan KK kami digunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab. Besok (23/11/2020) kami dipanggil pihak bank untuk klarifikasi," ungkap YD, kepada sejumlah media, Minggu (29/11/2020).

Diakuinya, beberapa waktu lalu ia didatangai seorang yang meminta tolong dengan dirinya untuk meminjamkan KTP dan KK untuk dibuatkan rekening. Dengan alasan untuk membantu orang PALI yang ada di Solo tidak punya uang karena belum gajian.

"Rekening yang baru rencana mau bantu orang PALI di Solo untuk mengirimkan uang melalui ATM. Pelaku kasih uang Rp 100.000. Niat aku mau menolong, tapi ternyata digunakan untuk penipuan dan saya sebagai korban sudah datang ke Bank Mandiri untuk klarifikasi," tambah YD.

Diakuinya, tidak hanya di Bank Mandiri, dari lima orang tersebut di atas juga ada rekening di Bank BRI dan dibuatkan oleh orang yang sama. Namun, belum sempat disalahgunkan, dan rekening tersebut sudah di blokir. 

"Sudah diblokir, belum sempat digunakan untuk penipuan. Atas kejadian ini, kami mersa ditipu dan dirugikan, jika permasalahan ini diperpanjang kami siap buat laporan kepolisian," ungkapnya.

YD juga mengingatkan dan berpesan untuk masyarakat lainnya harus waspada jika ada seseorang yang tidak dikenal dengan seribu alasan, apalagi meminta data KTP dan KK kemudian di foto dan lain-lain wajib di curigai

"Waspada saja jika ada orang datang yang tidak dikenal, dengan alsan apapun itu, untuk mendata dan lain-lain nanti disalagunakan. Apalagi diiming-imingkan mendapat imbalan sesuatu," ungkpanya. 

Terpisah, Kepala Cabang Pembantu (KCP) bank Mandiri Pendopo PALI, Jorana, membenarkan adanya klarifikasi tekait dengan nama-nama nasabah tersebut. Hanya saja pihkanya tidak bisa memberikan penyataan secara detil. Pihkanya satu pintu yang berhak memberikan keterangan adalah Kakanwil.

"Saya tidak bisa memberikan keterangan lengkap ada yang lebih berhak memberikan keterangan kami satu pintu. Nanti saya ditegur,  saya paham tujuanya publikasi  adalah untuk pencerahan kepada masyarakat luas, artinya edukasi bagi masyarakat untuk waspada dan hati-hati jika diminta orang  yang tidak dikenal apa lagi diimingi-imingi dan lain-lain, benar ada nama nasabah itu, tapi maaf kami tidak bisa jelaskan secara detil," tandas dia.

Reporter : Eko Jurianto Editor : amarullah 422