Untuk menghindari keterlambatan pusingan pada bulan-bulan libur panjang (misalkan, hari raya), maka dapat dilakukan percepatan pusingan potong buah menjadi 5 -6 hari. Sehingga pada saat setelah libur panjang, pusingan potong buah di suatu blok masih bisa dipertahankan dibawah 10 hari.
Untuk menjaga pusingan buah tetap normal, penting sekali untuk terus menerus memantau daftar pusingan potong buah yang ada di afdeling dan dilengkapi dengan informasi :kerapatan buah masak atau persentase panen di blok, jumlah tenaga kerja potong buah, basis borong dan persentase siap borong, curah hujan, umur rata-rata tanaman.
Sistim Ancak Panen
Ancak panen adalah luasan yang menjadi tanggungjawab pemanen. Sistim ancak panen bergantung pada keadaan topografi lahan danketersediaan tenaga kerja.
Sistem ancak panen terdiri dari tiga macam, yaitu : ancak Tetap, ancak Giring, dan ancak Giring Tetap Per Mandoran
a. Ancak tetap
Ancak tetap adalah setiap pemanen diberikan ancak panen yang sama pada setiap rotasi/pusingan panen dengan luasan tertentu dan harus selesai pada haritertentu.Tenaga pemanen tidak digiring dan tanpa melihat kerapatan buah.
Kelebihan sistem ancak tetap adalah setiap pemanen bertanggung jawabterhadap ancak panen dan mudah dikontrol kualitasnya. Kelemahan sistem ancak tetap adalah buah terlambat sampai diTPH, karena buah tidak terkonsolidasi pada satu hamparan tetapi terdapat di banyak jalan dan tempat.
b. Ancak giring
Ancak giring adalah setiap pemanen diberikan ancak panen per satu/dua baristanaman dan digiring bersama-sama.Pembagian areal dapat berubahdisesuaikan dengan kondisi kerapatan.