Berita :: GLOBALPLANET.news

Pasar Km 5 dipadati pengunjung, (Foto: Rachmad Kurniawan).

22 Mei 2020 14:25:00 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Memasuki dua hari menjelang Idul Fitri hari, situasi di sejumlah pasar Tradisional di Palembang tak menghiraukan protokol PSBB, terpantau pasar-pasar masih ramai pengunjung yang akan berbelanja meski ada pula yang tidak seramai seperti hari biasa, Jumat (22/5/2020).

Pasar 26 Ilir mendekati lebaran ini masih ramai dikunjungi warga yang hendak membeli kebutuhan makan sehari-hari. Semua pengunjung pasar dan pedagang tampak disiplin menggunakan masker, akan tetapi physical distancing-nya tidak diperhatikan.

Selain dipenuhi warga, kendaraan bermotor dan lapak pedagang juga memadati jalur pasar di kanan, kiri, dan tengah jalan.

Indra (24) salah satu pedagang ayam potong di Pasar 26 Ilir mengatakan pembeli di pasar cukup padat meski telah berlakunya PSBB di kota Palembang. 

"Kalau pagi rami nian, kalo sudah mulai jam 10 keatas agak renggang. Pembeli yo biaso be idak terlalu jago jarak," kata Indra.

Meski dihampiri rasa takut akan virus Corona yang telah menyebar merata di Kota Palembang, ia tak memiliki pilihan dan tak bisa berdiam dirumah. Harga ayam saat ini berkisar Rp32 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram.

"Dak jualan dak bakal biso makan, sebenernyo takut sih. Tapi cakmano lagi walaupun jualan turun dak seperti tahun kemaren, kito tetep harus keluar untuk jualan di pasar," ungkapnya.


Sama halnya Ilham (37) pegadang pakaian di Pasar 26 Ilir mengaku juga sedikit risau dengan wabah Corona. Namun baginya terpenting, dia sudah menjalankan anjuran pemerintah dengan memakai masker dan selalu mencuci tangan.

"Kalau diam di rumah dalam jangka waktu lama, siapa yang akan menanggung hidup kami. Bansos yang dikucurkan belum tentu cukup," kata Ilham.

Selain pasar 26 Ilir berikut ini potret suasana Pasar Tradisional di Kota Palembang;

Bagian basement gedung pasar suasananya sepi sunyi. 

Warga lalu lalang di pasar 10 Ulu kondisinya tak terlalu ramai, dan beberapa kios tak ada pedagangnya. 

 Pasar Kuto juga nampak masih ramai dikunjungi warga.

Reporter : Rachmad Kurniawan Editor : M.Rohali 63