Berita :: GLOBALPLANET.news

Wartawan yang akan meliput kegiatan MoU antara Kejari OKU Timur dan Kades dihalangi oleh petugas. (Foto: Dadang Dinata)

11 Juni 2020 11:41:00 WIB

OKU TIMUR, GLOBALPLANET - Acara penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara Kejakasaan Negeri (Kejari) OKU Timur dengan Kepala Desa (Kades) berlangsung tertutup, Bahkan wartawan yang akan melakukan peliputan dihalangi oleh petugas yang sengaja diperintahkan pimpinan. Kegiatan berlangsung pada Kamis (11/06/2020).

Kegiatan MoU antara Kejari dan Kades dipimpin Kajari OKU Timur Alwie SH,  dan dihadiri Bupati OKU Timur HM Kholid Mawardi, SH, MM. Karena dihalangi sempat terjadi perdebatan antara wartawan dan petugas dari Kejari di atas tangga menuju lantai dua tempat berlangsungnya kegiatan tersebut.

Kejadian ini mendapat kecaman dari Ketua IWO OKU Timur Tri Angga, yang merasa heran dengan sikap pihak Kejari OKU Timur, seolah-olah ada yang ditutupi dan takut ketahuan oleh wartawan.

"Kenapa sampai seperti itu, apa ada yang ditutup-tutupi sehingga kawan-kawan tidak boleh meliput kami hanya mejalankan tugas, mengawal pembangunan dengan pemberitaan. Lagipula sikap transparan merupakan  perwujudan demokrasi. Ini namanya tidak demokratis,"terangnya.

Hanya heran saja wartawan datang untuk liputan namun ketika berada di tangga dihadang oleh dua orang dengan alasan atas perintah pimpinan. Agar wartawan jangan naik ke atas tempat lokasi acara.

“Jika alasannya karena meminimalisir corona. Wartawan yang datang sejak dari pintu depan sudah disuruh cuci tangan, di scan dan seluruhya menggunakan masker,” ungkapnya

 

Reporter : Dadag Dinata Editor : M.Rohali 1798