Berita :: GLOBALPLANET.news

Gebernur Sumatera Selatan H. Herman Deru didampingi Walikota Prabumulih Ir H. Ridho Yahya saat meninjau PSBB di Prabumulih. (Foto: Hardoko)

29 Mei 2020 16:16:16 WIB

PRABUMULIH, GLOBALPLANET - Usai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Prabumulih mulai mempersiapkan diri ke arah tatanan kehidupan baru atau biasa disebut New Normal.

Selama menjalankan PSBB, dapat menjadi modal utama masyarakat dalam memulai kehidupan baru ke depan.

Dimana masyarakat wajib mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi covid-19 dengan Physical Distancing (Jaga Jarak ), pakai masker, sering cuci tangan dan di semprot dengan cairan disinfektan serta jangan keluar rumah jika tidak perlu.

Sejauh ini para peneliti dunia sedang berlomba-lomba meracik vaksin atau obat untuk virus corona, namun belum ada hasilnya.

Hal ini juga yang mendorong pemerintah melahirkan kebijakan " New Normal" ditengah meningkatnya kurva pasien terinveksi.

Karena para pemimpin berdiri di posisi yang sulit, positif nya ini merupakan suatu pengalaman berharga. Disamping kesehatan masyarakat, Perekonomian juga harus diselamatkan. Kedua hal ini merupakan dua sisi mata uang yang saling berkaitan.

New Normal sendiri merupakan sebuah tatanan kehidupan baru dimana nantinya kehidupan kembali berjalan seperti sebelum pandemi corona menyerang.

Masjid dan tempat ibadah ,sekolah , perkantoran dan termasuk pusat perbelanjaan akan dibuka, namun  Akan tetapi mengedepankan protokol kesehatan Covid  dengan diawasi TNI /Polri. Kita sama- sama tahu jika tingkat kesadaran dan kepatuhan masyarakat kita masih belum maksimal.

Kebijakan ini disambut baik Gubernur Sumsel ,H Herman Deru dan menyatakan bahwa Sumatera Selatan tidak akan pernah mau ketinggalan.

Begitu juga Walikota Prabumulih, H Ridho Yahya. Setelah Kota Prabumulih  masuk dalam daftar 25  kabupaten/kota yang di persiapkan ke arah tatanan kehidupan baru (New Normal),  Pemkot langsung merengkuhnya dengan harapan PSBB mampu mengubah pola pikir masyarakat dengan suatu kesadaran dan kedisiplinan.

" Ini patut kita syukuri. Untuk itu kita siap menerapkan nya, namun sebelumnya kita persiapkan diri dulu lah. Pasti nya usai PSBB 9 Juni mendatang, " ujar Ridho (29/5/2020).

Bukti keseriusannya, lanjut Ridho, pihaknya telah mengundang para kepala sekolah dalam rangka persiapan disekolah mereka masing-masing.

" Jadi sekolah akan di setting dengan protokol kesehatan, seperti : meja kursi siswa ada jarak, pakai masker dan Sanitizer," tandasnya.

Untuk itu, lagi-lagi dibutuhkan kontribusi semua pihak untuk menorehkan hasil yang maksimal, Dan lagi-lagi kuncinya ada dimasyarakat, tegasnya.

Reporter : Hardoko Susanto Editor : M.Rohali 411