loader

Polisi Temukan Jejak Pelaku Dan Palu di TKP dalam Kasus Perampokan Disertai Pembunuhan di Palembang

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pasutri di Kota Palembang menjadi korban perampokan disebuah ruko tempat berjualan tepatnya Toko Kemplang Suwandi, Selasa (25/11/2025) malam di Jalan Pengadilan, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan Ilir Timur (IT) I Palembang.

Pasutri tersebut yakni Darma Kusuma (52) dan istrinya Yeni Suwandi (40), sadisnya pelaku perampok menewaskan Darma yang mengalami luka di leher serta Yeni yang kritis karena mengalami luka yang sama. Keduanya tergeletak didalam ruko tersebut.

Kemudian, pihak kepolisian yang mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) lalu membawa Jenazah Darma ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Sementara Yeni saat ini dirawat di RS Charitas Palembang untuk mendapatkan penanganan dari tim medis.

Kepada petugas tim gabungan yang datang ke TKP, Yeni mengatakan bahwa pelaku seorang diri dengan menggunakan masker warna hitam. "Pelakunya seorang memakai masker warna hitam," ujarnya kepada polisi.

Lanjutnya, ciri pelaku juga bertubuh perawakan gempal dan tinggi, memakai celana pendek, dan memakai baju kaos. "Saya ingat cirinya itu, umurnya sekitar 36 tahun. Saya panik dan ketakutan sekali saat itu," katanya.

Dari lokasi kejadian, korban Darma Kusuma ditemukan polisi bersimbah darah sudah meninggal dunia di garasi rumahnya dengan posisi tertelungkup memakai baju kaos dan celana pendek, dengan luka sayatan di leher dan punggung.

Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Palembang dan Polda Sumsel juga mengumpulkan barang bukti (BB) di TKP yang ditemukan berupa 1 unit handphone korban, pakaian dipakai korban, juga di TKP petugas menemukan dan mengidentifikasi jejak kaki pelaku yang bercap dengan darah korban, dan sebuah palu.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Andrie Setiawan mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait motif kejadian ini. 

"Untuk terduga pelaku, sementara ini teridentifikasi pelakunya satu orang. Kami masih melakukan pengejaran pelakunya, dan penyelidikan hingga pemeriksaan rekaman CCTV yang ada disekitar TKP," jelas dia.

Masih kata Kasat Reskrim bahwa, peristiwa ini diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian disertai kekerasan. "Modusnya masih kita dalami, bisa jadi terkait pencurian dan kekerasan. Akan tetapi kita harus mendapatkan bukti - bukti pendukung terkait peristiwa ini," tandasnya.

Ahmad Teddy Kusuma Negara

Share