loader

Tersangka : Dua Kali Menanyakan Pekerjaan Kepada Korban, Yang Kedua Langsung Beraksi 

Foto

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Pembunuhan disertai Perampasan, Penganiayaan yang menyebabkan kematian korban Darma Kusuma (54) dan istrinya yang terluka Yenni Suwandi (50), yang terjadi Selasa (25/11/2025) sekira pukul 19.30 WIB di Jalan Pengadilan, No 757, RT 29, Kelurahan 15 Ilir, Kecamatan IT I, Palembang, tersangka berhasil ditangkap Satreskrim Polrestabes Palembang dan Unit Reskrim Polsek IT I, di Backup Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Tersangka yakni Dian Sastria (34) warga Lorong Muawanah, No 15, Kelurahan Plaju Ulu, Kecamatan Plaju, Palembang.

Dari pangkuan tersangka menjelaskan bahwa, melakukan aksi pencurian karena faktor ekonomi setelah lama tidak bekerja. Kemudian selama satu bulan saya keliling di daerah dempo dalam dan luar hingga akhirnya sampai dititik ruko kelempang Suwandi. 

"Saya pelajari situasinya, saat malam saya liat situasinya bagus untuk mencuri. Lalu tiba - tiba korban Darma keluar naik motor dan pulang balik lagi malamnya jadi akhirnya saya targetkan dia dan saya amati pantau terus. Saya tidak kenal dengan korban namun setiap melintas didekat tokonya saya selalu mampir duduk disamping rukonya," jelasnya saat ditanya langsung Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Harryo Sugihhartono, Kamis (4/12) saat pers rilis di Polrestabes Palembang.

Lanjutnya, sempat pernah bertanya pekerjaan kepada korban dua kali "ko kalu ado lokak melok oh" namun dijawab korban tidak ada. "Sejak bertanya pertama itu sudah saya intai korban, dan yang kedua ini saya tanya lagi dan saat itu kondisi sepi jadi saya dekati sudah malam jam 7 - 8 malam dan korban kayak ketakutan sambil berkata kamu jangan kesini jauh - jauh saja.

"Saya terdiam sebentar, saat korban hendak masuk rolling door dan mau berbalik tutup pintu saya sudah didepannya. Saya mau cekik lehernya dan langsung mengeluarkan senjata tajam saya sambil saya bilang diam, diam, diam, dan serahkan uang mu," kata bujangan ini.

Masih katanya bahwa saat itu korban masih melawan dan berteriak berdiri sehingga saya dorong tubuhnya ke kanan samping mobil Merci nya. "Korban terjatuh tengkurep, menghadap saya. Lalu saya sempat menutup pintu rolling door, korban masih tetap berteriak dan melawan sudah saya timpa tubuhnya, lalu saya sayat lehernya saya gorok satu kali sempat gigit jari saya jadi digorok lagi hingga tidak bergerak lagi," jelas tersangka.

Lalu, lanjutnya tersangka mengatakan, pergi kedalam wc lantai satu cuci tangan dan kaki karena bekas darah korban dan senjata saya cuci juga. Selanjutnya saya naik kelantai dua, mencari barang berharga seperti perhiasan, tetapi menemukan handphone dan pistol mainan di lemari. 

"Tiba - tiba ada yang ketik pintu, saya langsung samperin sambil memakai masker saya dan saya buka pintu. Dia dorong pintu dan melihat ada saya langsung terkejut, langsung lari dan berteriak. Langsung saya kejar dan dapat lehernya bagian kanan saya sayat hingga terjatuh diruang tengah," tambahnya.

Kemudian masuk juga ada dua orang tua dan cucunya sambil berkata nah anak saya mati. "Saat itu juga saya berkata diam diam, lalu mereka saya sudutkan didekat kursi.

"Saya berkata kepada orang tuanya mana uang, sambil saya ancam Sajam. Akhirnya diberi oleh ibunya diambil dari dalam lemari tengah diruang itu. Dompet berisi uang sekitar Rp2 juta, lalu saya tanya lagi mana uangnya di jawab sudah tidak ada lagi, dan saya periksa lagi keruang ruko di ujung dekat tv saya periksa tidak ada lagi, dan saya kembali keruang tengah ternyata orang tua dan cucunya sudah tidak ada, saya langsung turun kebawah," ungkapnya.

Sebelumnya, saya juga sudah ambil tas cucunya yang berisi 2 handphone dan ATM, KTP, surat menyurat, dan lainnya. "Sempat keluar melalui pintu rolling door masuk tetapi tidak bisa dibuka, akhirnya saya menemukan kunci tergantung dan akhirnya berhasil kabur melalui rolling door belakang dan melompat pagar langsung lari," tutupnya.

Ahmad Teddy Kusuma Negara

Share