Berita :: GLOBALPLANET.news

Tangkapan layar rekaman CCTV detik detik pengeroyokan marbot masjid.

22 Mei 2020 14:09:37 WIB

PALEMBANG, GLOBALPLANET - Viral aksi pengeroyokan terhadap seorang pengurus masjid di Palembang terekam kamera CCTV. Pengeroyokan diduga dilakukan oleh lima orang pemuda.

Aksi pengeroyokan terhadap seorang pengurus masjid itu, di latarbelakangi  ketidak sukaan dengan ada kegiatan di masjid Al- Saleh Kelurahan, Karang anyar Kecamatan, Gandus yang aktif membangunkan orang sahur setiap harinya menggunakan pengeras suara.

Berdasarkan informasi yang didapat di lapangan, bahwa peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (20/5/20) sekitar pukul 03.00 WIB. Dilakukan oleh lima orang pemuda yang marah dengan pengurus masjid tersebut.

Ketika ditemui oleh Globalplanet di tempat kejadian Dayu Anggi Saputra mengatakan, bahwa kejadian itu kami berada didalam masjid kemudia datanglah orang yang berjumlah tujuh orang. Dengan kondisi marah-marah dengan kami semabil menendang kotak sampah yang di luar sampai rusak.

" Kejadian saat kami membangun sahur, nah mereka ini datang sambil marah mereka mengatkan ' jadilah bangungke sahur itu kami ringam', setelah mereka menedang kotak sampah itu kak," katanya Jum'at (22/5/2020).

"Kalau permasalahan yang pasti mereka tidak senang kami membangunkan masyarakat sini menggunakan pengeras suara, munurut itu menggangu mereka. Padahal kami bersyair agar ada ciri khasnya malah mereka tidak senang dengan kami," katanya. 

" Sebelumnya kejadian pada Rabu kamrin pada tanggal 19 Mei, ada dua orang kami tau namanya Memet ia bersama Wak datang ke masjid masuk ke masjid menggunakan sendal. Dengan marah-marah tidak jelas dengan kami,"bebernya.

Dikatakannya , bahwa pada saat kejadian tersebut dirinya bersama kakaknya dikeroyok oleh mereka yang berjumblah tujuh orang. Tetapi yang ikut mengeroyok hanya lima orang, sisany hanya melerai. Para pelaku juga diduga sedang dalam pengaruh minuman keras. 

Atas kejadian ini pihaknya sudah melaporkan ke pihak yang berwajib, untuk sementara para pelaku sudah tidak ada di tempat mungkin karena ketakutan sudah dilaporkan. "Mudah-mudahan peristiwa ini tidak terjadi lagi," ujarnya. 

Reporter : Andika Pratama Editor : M.Rohali 70